Ary Ginanjar baru saja usai menyampaikan presentasinya tentang ESQ di Eynsham Hall Oxford. Tetapi para peserta kursus Certificate of Personal SQ Development (12-18 Maret 2007) langsung menghampiri dan bahkan memeluk pimpinan ESQ Leadership Center itu. “Thank you, saya ingin menjadi orang yang lebih baik. Saya sekarang percaya, Allah is wonderful,” kata salah satu dari mereka yang tadinya mengaku tak bertuhan.
“Saya minta maaf terhadap orang-orang Islam yang selama ini ditindas. Saya merasa begitu indahnya Islam, tapi kok ditindas,” ujar peserta dari Amerika Serikat. “Saya akan membantu menyebarkan ESQ ke seluruh dunia. Saya akan menyerahkan hidup demi perdamaian dunia bersama ESQ 165,“ ungkap peserta lainnya, sambil menangis.
Atas permintaan hadirin, Ary didampingi Dyah “Intan” Utami, menyetel zikir Asmaul Husna. Para peserta yang mengikuti pelatihan yang digelar The Oxford Academy of Total Intellegence itu pun tertegun. Bahkan, hingga zikir berakhir, dan Ary serta Intan sudah keluar ruangan, mereka tak beranjak dari tempat duduknya. Terpukau, tercerahkan, dan tersadarkan akan keindahan Islam.
Hari itu, 15 Maret 2007, adalah hari keempat pertemuan para pakar SQ dari lima benua. Di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Denmark, Nepal, India, Afrika Selatan, Bosnia, Slovenia. Mereka beragama Kristen, Katolik, Yahudi, Hindu, Budha, Islam, hingga atheis. Mereka adalah para doktor, profesor,
praktisi dan pakar spiritualitas, di antaranya pasangan Danah Zohar dan Ian Marshal, Profesor Sanjoy Mukherjee dari Centre for Management by Values di Indian Institute of Management, Calcutta. Ada juga Direktur Leadership Training and Development for Glaxo Smith Kline, profesor manajemen berbasis nilai spiritual dari India, konsultan manajemen yang profesor sosiologi dari Asia Selatan, dan pendidik dari Nepal, serta Trainer Human Resource Development dari Denmark yang biasa smemberikan training di perusahaan internasional.
“Tongkat Musa” telah dilemparkan di Oxford. Para partisipan dari beragam agama dan latar belakang itu membentuk lingkaran secara spontan tanpa diminta, mengerubungi Ary Ginanjar, memeluk dan menangis seperti layaknya para alumni di Indonesia. Mereka tersentak kagum dengan konsep Islam yang dibawakannya. Presentasi SQ in Islam: Empowering Your God Spot dipaparkan selama 1,5 jam—dua kali dari kapasitas waktu yang disediakan—menjelaskan agama yang dibawa Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa
”Itu semua menuju Allah yang dirangkum dalam Al-Quran, dan disampaikan oleh Nabi Muhammad. Nabi Muhammad adalah orang yang ummi tapi menceritakan ini semua,” kata Ary. Saat ia menyampaikan tentang proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an, mereka terpesona, menangis, bahkan berkata “Allah is Great.”
Salah satu peserta berkulit putih menyatakan, “Mengapa selama ini kita bertentangan? Bukankah kita ini sebenarnya satu? Islam membawa perdamaian. ESQ bisa mendamaikan dunia.”
Saking bersemangat dan antusiasnya, para pesera yang merupakan orang berpengaruh di bidangnya itu langsung mengundang Ary Ginanjar untuk bekerja sama, antara lain dari Dubai, Nepal Afrika Selatan, Bosnia, Amerika Serikat, dan India.
Ary tidak menyangka akan mendapatkan sambutan sedashyat itu. “Fenomena ini benar-benar membangkitkan semangat saya untuk go international menyebarkan nilai ESQ 165 dari Indonesia. Respon mereka yang luar biasa ini semakin menambah keyakinan saya bahwa ESQ 165 dapat diterima oleh semakin banyak bangsa di dunia,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Saya sendiri pun benar-benar terkejut karena dapat membawakan materi ESQ dalam bahasa Inggris dengan sangat lancer, seperti saya memberikan training ESQ. Padahal, jujur saja. Awalnya saya ragu karena saya belum
pernah membawakan materi ESQ dalam bahasa Inggris secara penuh, di hadapan para peserta yang datang dari berbagai
benua, Apalagi banyak di antara mereka bergelar profesor doktor,” katanya.
Memang, komentar positif bermunculan seusai sesi yang dibawakan Ary Ginanjar. Prof Dr Danah Zohar, sang tuan rumah, menyatakan, “Ary’s session really blew me up. Ary membawa Islam yang feminin dan penuh kasih sayang,” ujarnya. “Tidak ada orang lagi yang bisa benci dengan Islam setelah presentasi Ary. Media di Inggris selama ini salah mempersepsikan Islam. Tapi kita akan bawa ide Ary ini ke dunia Barat supaya mereka mengerti,” imbuhnya. Danah juga menyatakan, ia, Ian Marshall sang suami, dan seluruh peserta, begitu terinspirasi oleh Penemu ESQ Model itu.
Bahkan Ary diminta oleh Almir Filsar, peserta dari Slovenia ,untuk berbicara tentang ESQ 165 untuk korban perang serta konflik etnis Bosnia di Sarajevo.
“Hasil pemaparan ESQ di Oxford ini benar-benar hadiah ulangtahun bagi saya yang tak ternilai,” ujar Ary yang lahir pada 24 Maret 1965.
Komentar:
"Sebelumnya, saya tak kenal Islam. Saya menganggap Islam menakutkan. Selama ini, Islam dan Kristen berada dalam dua titik yang berlawanan. Tetapi, setelah sesi Ary, saya merasakan ada kesatuan, dan saya tak lagi melihat dua agama itu sebagai penghalang kesamaan dan persaudaraan seluruh manusia."
Dr Fritz Holscher,
Country Director Knowledge Work, Afrika Selatan
"Ary’s session was great! Dia membawa saya kepada momen meditatif, dan membuat saya berkomunikasi dengan inner self saya. Itulah spiritualitas. Saya dapat rasakan ketulusannya saat ia berbicara.”
Diana Wyatt,
Director Caribbean Centre for Human Right, Karibia
“Ary mendapat hidayah. Terimakasih telah berbagi pada kami. Ary telah memberi inspirasi. Saya akan membawa ini ke negara saya, untuk menyampaikan pesan yang sama. Dan saya yakin mereka semua yang ada di sini juga terinspirasi. Kita bisa membuat perubahan yang besar.”
Om Bhakta Yogi
Kathmandu, Nepal
“Saya tadinya tak percaya agama. Tapi sekarang saya mau memeluk agama. Walau mungkin istri saya akan menentang."
Jan Fredericksen
Business & People Performance Facilitator, Bailing Fredrickson & Partners, Denmark
“Ary adalah contoh kerja saya selama ini. Dia orang luar biasa yang membawa pesan cinta ke dunia. Jika kita bisa membawa Ary ke Barat, akan menyehatkan hubungan Islam dan Barat. Kalian harus membuat konferensi dengan Ary di negara Anda. Dunia memerlukannya".
Prof Dr Danah Zohar
Pendiri dan ketua The Oxford Academy of Total Intellegence, Oxford
Sumber:Nebula
24 July 2008
ESQ PUKAU OXFORD
Label:
Seputar ESQ
Subscribe to:
Post Comments (Atom)











Terima kasih atas artikelnya, jujur ini sangat bermanfaat untuk saya. saya harap blog ini tetap update tentang artikel yang membantu paket umroh
ReplyDelete